Adab Lebih Tinggi Dari Ilmu, Berikut Penjelasannya

oleh -4616 Dilihat
oleh
Adab dan Ilmu

Menurut buku Faktor X yang disusun Tantomi Simamora, pada surah Al-Baqarah ayat 30-34 terlihat jelas bahwa kecerdasan apapun yang dimiliki harus dibingkai dalam ungkapan bahwa semua yang diajarkan oleh Allah SWT dilandasi dengan harapan kepada Sang Khalik. Tidak mungkin ilmu bermanfaat tanpa adanya keridhaan Allah SWT, inilah adab tertinggi dari para malaikat yang terlihat pada surah Al-Baqarah ayat 30-34.

Ilmu tanpa adab berujung pada kesombongan. Orang yang berupaya memahami ilmu tanpa adab akan sangat mudah menyalahkan orang lain.

Pepatah Adab Lebih Tinggi dari Ilmu Digaungkan para Ulama
Kedudukan adab lebih tinggi dari ilmu juga digaungkan oleh para ulama, salah satunya dikatakan oleh Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim. Ia berkata:

التوحيد يوجب الإيمان, فمن لا إيمان له لا توحيد له, والإيمان يوجب الشريعة, فمن لا شريعة له لا إيمان له ولا توحيد له, والشريعة توجب الأداب, فمن الآداب له لا شريعة له ولا إيمان له ولا توحيد له

Artinya: “Tauhid mewajibkan wujudnya iman, barang siapa yang tidak beriman, maka sebenarnya dia tidak bertauhid. Dan iman mewajibkan wujudnya syariat, maka barang siapa yang tidak melakukan syariat, sebenarnya dia tidak beriman dan tidak pula bertauhid. Dan syariat mewajibkan wujudnya adab, maka barang siapa yang tidak memiliki adab, maka pada hakikatnya dia tidak beriman, tidak bersyariat, dan tidak bertauhid.”

Selain itu, dikutip dari buku Antologi Hadits Tarbawi: Pesan-pesan Nabi SAW susunan Anjali Sriwijbant, Ibnu al-Mubarak RA turut mengatakan terkait adab lebih tinggi dari ilmu. Berikut bunyinya:

“Mempunyai adab (kebaikan budi pekerti) meskipun sedikit adalah lebih kami butuhkan daripada (memiliki) banyak ilmu pengetahuan.”

BACA JUGA :  Pemkab Aceh Jaya Launching Program "Genius" Tahun 2024

 

Wallahu a’lam bisshawab.

 

Sumber : Detik Hikmah

 

No More Posts Available.

No more pages to load.