Dinas Pendidikan Aceh Jaya Tinjau Makam Sabee Op, Upayakan Pelestarian Warisan Sejarah

oleh -887 Dilihat
oleh

Aceh Jaya, Berita Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menindaklanjuti usulan pelestarian situs bersejarah Makam Sabee Op yang berada di Gampong Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya, Juanda, bersama Kepala Bidang Kebudayaan serta sejumlah jajaran dinas terkait. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala UPTD Museum, pejabat fungsional terkait, dan aparatur Gampong Panggong.

Kunjungan lapangan ini bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi terkini situs Makam Sabee Op sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu menjadi perhatian dalam rencana pemugaran dan pelestariannya.

Juanda mengatakan, pemeriksaan langsung terhadap lokasi merupakan tahapan penting untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai. Menurutnya, rencana pemugaran tidak dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi fisik, latar belakang sejarah, serta nilai budaya yang melekat pada situs tersebut.

Ia menjelaskan, peninggalan sejarah seperti Makam Sabee Op memiliki arti penting bagi daerah sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dan perlindungan secara berkelanjutan.

“Melalui peninjauan ini, kita ingin memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai kondisi situs sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung upaya pemugarannya,” kata Juanda.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelestarian cagar budaya bukan sekadar menjaga kondisi fisik suatu peninggalan sejarah. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan nilai historis dan budaya di dalamnya tetap terpelihara sebagai bagian dari warisan daerah.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Bidang Kebudayaan akan melakukan koordinasi serta kajian terhadap usulan pemugaran tersebut dengan memperhatikan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Dalam proses tersebut, informasi dan masukan dari masyarakat maupun aparatur gampong juga akan menjadi bahan pertimbangan, mengingat masyarakat setempat memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan situs sejarah di lingkungannya.

BACA JUGA :  Sambangi Kantor DPD Gerindra Aceh, Mustafa Ibrahim Serahkan Berkas Bacakada 2024

Juanda berharap situs Makam Sabee Op dapat terus dilindungi melalui kerja sama pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, peninggalan bersejarah tersebut tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan sejarah dan budaya bagi generasi mendatang.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga peninggalan sejarah yang ada di daerah kita. Warisan budaya seperti ini merupakan bagian dari identitas Aceh Jaya yang harus kita rawat dan teruskan kepada generasi berikutnya,” tutup Juanda. (Adv)