Aceh Jaya, Berita Aceh Jaya – Bupati Aceh Jaya, Safwandi, bersama Ketua TP-PKK Aceh Jaya, Desi Maulidar, dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Dailami, melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit milik KPA Sagoe Teunom di Desa Seumira, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut menandai dimulainya pengembangan perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu upaya membangun kemandirian ekonomi organisasi. Hasil pengelolaan kebun ini nantinya diharapkan dapat menopang berbagai aktivitas sosial, terutama pemberian santunan kepada anak yatim syuhada dan keluarga korban konflik.
Bupati Safwandi menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap perkebunan yang mulai dikembangkan dapat dikelola secara berkesinambungan sehingga memberikan hasil yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Menurut Safwandi, keberadaan aset perkebunan produktif dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan bagi KPA Sagoe Teunom dalam menjalankan kegiatan sosial. Dengan demikian, organisasi diharapkan memiliki sumber pendapatan sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah maupun donasi masyarakat.
Ia menjelaskan, hasil perkebunan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan santunan, khususnya menjelang tradisi meugang serta peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diperingati setiap 4 Desember.
“Harapan kami, kebun ini nantinya dapat menjadi aset yang mendukung keberlangsungan kegiatan sosial tersebut. Karena itu, tanaman yang sudah ditanam harus dirawat dan dijaga bersama agar dapat tumbuh dengan baik hingga menghasilkan,” kata Safwandi.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan dan tanggung jawab seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan perkebunan. Menurutnya, penanaman perdana merupakan tahap awal yang perlu diikuti dengan pemeliharaan secara rutin agar potensi ekonomi lahan tersebut dapat diwujudkan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap pengembangan perkebunan kelapa sawit KPA Sagoe Teunom tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen pendukung kegiatan kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui pengelolaan aset secara produktif, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memastikan kegiatan santunan bagi anak yatim syuhada dan korban konflik dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. (Adv)
