Aceh Jaya, Berita Aceh Jaya – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Jaya, Juanda, turun langsung meninjau pelaksanaan program revitalisasi sarana pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kamis (2/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan program berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam kunjungan tersebut, Juanda didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya dengan mendatangi sejumlah sekolah penerima program revitalisasi. Sekolah yang menjadi sasaran monitoring meliputi SDN Indra Jaya, SDN 12 Jaya, SDN 8 Jaya, serta SMPN 4 Jaya.
Melalui peninjauan langsung ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ingin memperoleh gambaran mengenai perkembangan pekerjaan revitalisasi di setiap sekolah, sekaligus memastikan pelaksanaannya sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Juanda mengatakan, monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari pengawasan program agar setiap tahapan pelaksanaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Selain melihat progres pekerjaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengetahui berbagai hambatan yang berpotensi memengaruhi kelancaran pelaksanaan revitalisasi.
Ia menegaskan, pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan perlu disertai pengawasan secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pekerjaan dapat memenuhi standar yang diharapkan serta memberikan manfaat langsung bagi warga sekolah.
Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berkualitas. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Jaya, lanjut Juanda, akan terus mengawal pelaksanaan program revitalisasi tersebut melalui pemantauan dan evaluasi secara berkala hingga seluruh tahapan terlaksana sesuai ketentuan.
“Revitalisasi sekolah bukan semata-mata tentang pembenahan bangunan, tetapi juga bagaimana menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Kita berharap peningkatan sarana prasarana ini dapat mendukung kelancaran pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Jaya,” tutup Juanda. (Adv)
